dalam literatur sejarah bangsa indonesia, tercatat bahwa indonesia dijajah belanda selama 3, 5 abad, lalu di tambah dengan penjajahan jepang selama 3, 5 tahun. penghitungan dalam literatur sejarah ini dimulai dengan datangnya belanda dengan armada dan kepentingan dagang yang bernama VOC, yang sesungguhnya diawali oleh datangnya portugal ke malaka, lalu beranjak kearah timur nusantara karena di timurlah tempat benda yang mereka cari dan bernama rempah-rempah. literatur sejarah bahwa indonesia dikatakandijajah selama 3, 5 abad ada benar dan juga memiliki kelemahan, karena para pedagang dari eropa datang pada awalnya tidaklah menggunkaan senjata namun dengan cara berunding tentang perdaganagn dengan kerajaan yang ada di sepanjang nusantara. kesepakatan ini pada prosesnya memang bergerak dan berubah menjadi belanda menguasai sebagian banyak lahan pertanian yang ada dan sebelumnya dikuasai petani dan tuan-tuan tanah yang ada. bergerak dan berubahnya bentuk hubungan ini juga tidak terlepas dari lemahnya kerajaan dan oportunisnya hampir seluruh kerajaan dalam membangun hubungand engan belanda. lemah dan oportunis juga tdiak serta merta terjadi, namun karena banyak dan tajamnya konflik yang ada dalam kerajaanlah yang membuat penguasa membuat perjanjian yang s sungguhnya juga merugikan mereka dengan belanda dengan catatan mereka mendapatkan perlindungan dari belanda. sikap ingin aman dari pemberontakan dalam tubuh kerajaan dengan memanggil para pedagang eropa dan tentaranya masuk dalam lingkar konflik ternyta juga menjadi sebuah pertaruhan besar, karena berubah pola hubungan yang awalnya hubungan dagang menajdai hubungan monopoli terhadaps emua kebijakan dalam kerajaan, baik itu politik bahkan pemilihan tanaman pertanian yang akan ditanam oleh para petani diatas tanah mereka.
baiknya tidak lagi perlu saya tuliskan konflik dan bagaiman belanda dengan armadanya menguasai hampir seluruh kerajaan di nusantara walaupun tetap ada riak perlawanan yang juga dapat dikalahkan dengan berbagai cara. tulisan renungan ini lebih baik menajdia bahan refleksis aya bagaimana para bumi putra mampu bangkit dan mulai menanamkan semangat yang bisa dilakukan bersama untuk mengusir kolonialisme yang sudah lama bercokol di nusantara. secara negara hari kebangkitan nasional ditetapkan dengan berdirinya sebuah perkumpulan terpelajar bumi putra yang bernama budi utomo, di sebuah sekolah kedokteran bernama stovia yangs ekarang berada di salemba dan menajdi fakultas kedokteran UI. perkumpulan ini adalah perkumpulan para calon dokter jawa yang menadapatkan hak pendidikan dan hampir seluruh siswa berlatar belakang dari orang tua yang bekerja pada pemerintahan belanda.
sedikit mundur dari terbentuknya organisasi terpelajar di sekolah dokter tersebut, sebelum diperbolehkanya para bumi putra untuk mendapatkan pendidikan yang layak, sebuah kemenangan telah terjadi diparleman delanda dimana partai sosial demokrat memenangkan pemilu parleman belanda yang memaksa pengausa belanda waktu itu untuk membuat semacam program politik balas budi kepada bangsa indonesia yang telah banyak menyumbang untuk pembangunan negeri belanda, terutama untuk pembangun kota-kota di negri tersebut. usulan para politisi partai sosial demokrat itupun kemudian mulai dilaksanakan dengan ada iga sektor paling penting untuk dijalankan, yang pertama adalah, irigasi (pengairan), edukasi (pendidikan), lalu ada transmigrasi (perpindahan penduduk dari tempat yang padat ketempat yang jarang penduduknya).
tulisan ini akan saya sambung nanti malam…..
